
24 Juli 2026 13:06:58

Beliau menegaskan bahwa kini Dana Pensiun PLN sudah memiliki fokus strategis yang menjadi acuan dalam melaksanakan transformasi organisasi serta pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Nurlely Aman menekankan bahwa seluruh anak usaha Dana Pensiun PLN wajib menindaklanjuti setiap Nota Kesepahaman (MoU) maupun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani menjadi program kerja konkret yang memberi nilai tambah bagi perusahaan.
Menurutnya, keberhasilan suatu kerja sama tidak hanya diukur dari penandatanganan dokumen, melainkan dari pelaksanaan yang menghasilkan manfaat dan kinerja yang terukur.
Beliau juga mengajak seluruh elemen Dana Pensiun PLN untuk mengadopsi growth mindset, yaitu pola pikir yang terbuka terhadap perubahan, inovatif, adaptif, dan selalu berorientasi pada peningkatan kinerja.
Dengan semangat tersebut, diharapkan Dana Pensiun PLN dapat menjawab tantangan serta memanfaatkan peluang bisnis yang terus berkembang.
Selanjutnya, beliau menyampaikan apresiasi atas kinerja Dana Pensiun PLN yang dinilai telah mengelola dana pensiun secara profesional.
Berdasarkan pencapaian itu, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan strategis yang diperlukan Dana Pensiun PLN dalam mencapai tujuan organisasi. Mengenai pelaksanaan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), PLN berkomitmen terus mempercepat proses Governance, Risk, and Compliance (GRC) agar program strategis tersebut dapat segera direalisasikan sesuai regulasi yang berlaku.
Nurlely Aman juga mendorong Dana Pensiun PLN untuk memperkuat hubungan dan sinergi dengan seluruh jajaran Direksi PLN Group. Hubungan yang harmonis dan kolaboratif diharapkan membuka peluang bisnis baru, menjadikan Dana Pensiun PLN salah satu mitra utama dalam berbagai pengembangan usaha di lingkungan PLN Group. Dalam menjalankan tiap proses bisnis, khususnya melalui anak perusahaan, beliau mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip kepatuhan dan penerapan Good Corporate Governance (GCG).
Setiap inisiatif bisnis harus didukung oleh kajian kelayakan usaha serta analisis manajemen risiko yang menyeluruh, mengingat Dana Pensiun PLN memegang tanggung jawab utama dalam pengelolaan investasi yang harus dilakukan secara hati-hati, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan. Menutup arahan, Nurlely Aman menyatakan bahwa berbagai pencapaian Dana Pensiun PLN hingga kini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Keberhasilan tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan Dana Pensiun PLN dalam menjaga kelangsungan pembayaran manfaat pensiun kepada semua peserta, serta mewujudkan pembayaran manfaat tambahan berupa Manfaat Pensiun ke-13 (MP‑13) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para pensiunan.
1
2
3
4
5
6
7