
24 Juli 2026 13:05:06

Pada Rapat Koordinasi Semester II Tahun 2026 Dana Pensiun PLN (DPPLN), Ketua Dewan Pengawas DPPLN, Teguh Widi Harsono, menyampaikan arahan strategis yang menitikberatkan pada peningkatan tata kelola, kinerja keuangan, serta optimalisasi pengelolaan investasi demi menjaga keberlanjutan dana pensiun tersebut.
Dalam arahan tersebut, Teguh Widi Harsono menegaskan pentingnya penggunaan siklus manajemen Plan – Do – Action (PDA) pada setiap program atau proyek strategis. Ia menekankan bahwa Direksi dan Dewan Komisaris Anak Usaha wajib memastikan setiap inisiatif dimulai dengan perencanaan yang solid (Plan), dilaksanakan secara disiplin (Do), dan kemudian dievaluasi serta ditindaklanjuti melalui perbaikan (Action).
Siklus ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program serta menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh entitas DPPLN.Beliau juga mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama untuk mencapai target kinerja Tahun 2026.
Tantangan‑tantangan tersebut antara lain realisasi pendapatan dan laba yang masih di bawah target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), kesulitan dalam mengonversi kontrak menjadi pendapatan serta arus kas, serta kebutuhan peningkatan kontribusi kinerja anak perusahaan seperti PT AGP, GSP, dan MDI terhadap pencapaian target keseluruhan.
Untuk mengatasi tantangan ini, Teguh Widi Harsono mendorong seluruh manajemen mempercepat penyelesaian proyek‑proyek yang masih berstatus kontrak agar dapat segera diubah menjadi pendapatan perusahaan.
Selain itu, percepatan penagihan piutang harus menjadi prioritas agar dana yang berhasil ditagih dapat kembali dipakai sebagai modal kerja untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis.
Menjaga kesehatan keuangan perusahaan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.Di bidang investasi, Ketua Dewan Pengawas DPPLN menekankan pentingnya memperkuat komposisi portofolio investasi pada instrumen pendapatan tetap hingga minimal 70 %.
Strategi ini diharapkan memberikan stabilitas hasil investasi sekaligus meningkatkan daya tahan portofolio menghadapi fluktuasi pasar.
Instrumen seperti obligasi dan Surat Berharga Negara (SBN) dianggap memiliki karakteristik yang dapat menghasilkan imbal hasil (yield) lebih stabil dan terukur.Sementara itu, terkait investasi pada penyertaan langsung (private placement) maupun sektor properti, Teguh Widi Harsono menegaskan perlunya evaluasi berkala terhadap tingkat pengembalian investasi (return), penilaian aset (valuation), penyusunan strategi keluar (exit strategy), serta optimalisasi distribusi kas. Langkah‑langkah tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pengelolaan investasi serta memastikan setiap portofolio memberikan kontribusi optimal bagi keberlanjutan Dana Pensiun PLN.
Menutup arahanannya, Teguh Widi Harsono mengajak seluruh Direksi, Dewan Komisaris, dan seluruh insan DPPLN untuk terus memperkuat sinergi, menjaga disiplin dalam pelaksanaan strategi bisnis, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan komitmen tersebut, DPPLN diharapkan dapat mencapai target kinerja Tahun 2026, sekaligus menjaga kelangsungan pembayaran manfaat pensiun dan memberikan nilai tambah bagi seluruh peserta serta pemangku kepentingan.
1
2
3
4
5
6
7